Datang Terlambat


Sore ini, langit tampak begitu mendung. Suara angin sayup-sayup mulai berbisik padaku. Hawa dingin pun mulai menerpa tubuhku. 

Aku menatap ke langit sekali lagi. 

Tik tik tik. Satu per satu bulir hujan mulai membasahi atap Grhatama. Sebuah perpustakaan berarsitektur sangat megah yang baru diresmikan beberapa bulan yang lalu oleh pemerintah provinsi ini mulai diselimuti bulir hujan. 

Tik tik tik. Aku menengadahkan tanganku ke atas. Basah. Lalu aku melirik ke arah jamku. Astaga, sudah hampir Maghrib, aku telat datang rapat, batinku sembari menepuk kening. 

Tik tik tik. Bulir hujan kini semakin banyak yang turun, semakin menderas. Aku bergegas menuju tempat parkir, menerjang hujan. Sama sekali tidak memedulikan tatapan orang yang melihatku hujan-hujanan. 

Klik. Kuputar kunci motor menuju mode on. Lalu kutekan tombol start pada motor. Sekejap kemudian motorku telah berada di jalanan. Beradu dengan motor lain. Kembali menerjang hujan. Hawa dingin kini berhasil menyergapku. Membuatku tidak kuasa menahannya. 

Tik tik tik. Tidak ada tanda-tanda hujan akan mereda, malah kini semakin menderas. Kali ini angin tanpa permisi datang menemani hujan. Menambah hawa dingin yang tidak terkira. Membuatku semakin menambah kecepatan motorku agar segera sampai kampus. 

Tik tik tik. Mendekati wilayah kampus hujan mulai mereda. Hawa dingin pun perlahan meninggalkanku. 

Buk. Kutaruh helmku yang basah di atas spion begitu aku memarkir motor kesayanganku di basement. Aku melirik sekilas jam tanganku. Tepat pukul 18.00, suara adzan mulai terdengar berkumandang. Aku buru-buru menaiki tangga basement, berlari sekencang mungkin menuju selasar kampus. 

"Maaf teman-teman, aku datang telat," kataku dengan napas tersengal. Hening. Kuangkat kepalaku hingga bisa melihat mereka dengan jelas. Aku tersontak kaget  melihat mereka telah menggendong tas masing-masing. 

"Rapatnya baru aja selesai Yas." Aku terpaku. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment