Bagaimana Memulihkan Keretakan dalam Pernikahan?

Tuesday, October 04, 2022


Sabtu kemarin, aku menyimak kajiannya @sakeenafamily di YouTube tentang "Memulihkan Keretakan dalam Pernikahan". Sepanjang menyimak kajian tersebut, rasanya seperti tertusuk-tusuk karena penyampaian dan pertanyaan yang dilontarkan Coach Indra @noveldy begitu "jleb". Materi tersebut juga menjadi langkah preventif untuk menjaga keutuhan pernikahan karena setiap pernikahan pasti sering mengalami turbulensi, sering terjadi konflik.


Sebelum memasuki materi, Coach Indra mengajak kami--para Sakeena Lovers--untuk mengecek bagaimana kondisi pernikahan masing-masing. Apakah "merasa" sehat saja, ataukah realitasnya memang sehat? Untuk mengetahui pernikahan kita sehat atau tidak, diperlukan knowledgenya tentang pernikahan yang cukup.


Lalu, bagaimana ketika sudah terjadi keretakan dalam pernikahan? Pertama, paling tidak, harus ada salah satu yang memulai lebih dulu untuk memperbaikinya. Kata Coach Indra, kalau saat ini sedang ada keretakan, sedang ada turbulensi, pertanyaan sesungguhnya adalah apakah kita bersedia membayar harganya untuk memperbaiki hubungan atau tidak? Karena ketika terjadi keretakan, biasanya kita berpikir bahwa masalah dalam pernikahan itu masalah kita dengan pasangan. Jadi, kita dengan pasanganlah yang harus memperbaikinya.


Lalu, ketika pasangan kita tidak merasa demikian bagaimana? Tentu kita "merasa" berjuang sendirian, "merasa" sudah melakukan berbagai hal untuk memperbaikinya. Namun, apakah kita sudah sungguhan memperbaiki dan berjuang, atau hanya merasa? Apakah referensi ilmu kita dari buku, kajian, dan workshop sudah cukup?


Kedua, take full responsibility. Sebagian besar dari kita, ketika kita menikah dengan pasangan tentu dalam keadaan sadar, tanpa ada ancaman apapun yang membahayakan jiwa. Bahkan, kita ingin mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan. Namun, ketika ingin mendapatkan kebahagiaan, secara tidak langsung kita menuntut pasangan untuk membahagiakan kita. Lalu, ketika pasangan kita pun menuntut dibahagiakan, siapa yang akan membahagiakan kita? Hadirlah orang lain yang menawarkan kebahagiaan. Maka, ketika terjadi keretakan dalam pernikahan, bertanggung jawablah atas pilihan kita dengan cara memperbaikinya.


Lalu, bagaimana memperbaiki keretakan dalam pernikahan? Lakukanlah "relationship general check-up" untuk melihat bagaimana level kesehatan pernikahan kita sudah sampai mana. Apakah ada masalah, ataukah tidak merasa ada masalah, ataukah hanya kita yang merasa ada masalah. Selain itu, kita juga perlu muhasabah diri untuk melihat apakah sumber masalahnya ada di kita atau pasangan. Maka, ketika kita merasa terjadi keretakan dalam pernikahan, jangan paksa pasangan untuk memperbaikinya karena bisa jadi di mata pasangan, kita lah sumber masalahnya. Namun, untuk melakukan "general check-up relationship" dan muhasabah diri tersebut, kita pun membutuhkan ilmu. Sebab, ketika kita memiliki ilmu yang cukup, kita jadi tahu bahwa tidak hanya ada jalan A atau B untuk memperbaiki keretakan dalam pernikahan, tetapi juga ada jalan C, D, E, dan seterusnya.

No comments:

Powered by Blogger.