Mendidik Diri Dulu, Baru Mendidik Anak

Thursday, September 30, 2021




*Buku ke-4 di tahun 2021

Pertanyaan Anak Seputar Keimanan*

oleh Abdullah Hamad ar-Rakaf

Penerbit Gema Insani


Tanggal : 30 September 2021

🧕Nama : Apriastiana Dian Fikroti

📸 Akun IG: https://instagram.com/riasrise

📱beli/baca di: @geraiumar

📖 Halaman yang dibaca 0-40

📙 sudah membaca 220 halaman (dari awal ikut program ini)

💖Tingkat kesukaan terhadap isi: 10

📝Insight:


"Banyaknya kerusakan moral pada anak sesungguhnya berawal dari orang tua yang menyepelekan dan membiarkan anak tanpa diajari agama." (Halaman 11)


Kalau kita melihat media sosial atau portal berita, mungkin kita sering mendengar berita tidak mengenakan tentang para pemuda hari ini. Mulai dari menghadang truk/mobil yang lewat hingga ada yang membunuh orang tuanya. Mengapa bisa begitu? Tidak bisa dipungkiri, salah satu penyebab mereka bisa seperti itu karena didikan orang tuanya--meski tentu ada faktor pendukung lainnya. Sebab, banyak orang tua yang mengajarkan agama hanya seputar ritual ibadah, tetapi tidak mengajarkan tentang ketauhidan. Tidak heran jika banyak orang yang hanya menjalankan ibadah, tetapi tanpa dijalankan dengan cinta kepada Allah. Akibatnya, banyak orang yang mewajarkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai syariat Islam, seperti pacaran.


Lalu membaca bab pertama buku "Pertanyaan Anak Seputar Keimanan" ini seakan menjadi pengingat bagi para orang tua untuk belajar lebih dulu sebelum mengajarkannya kepada anak, termasuk soal tauhid atau keimanan. Sebab, seringkali orang tua ingin mengajarkan anaknya tentang tauhid, tetapi dirinya sendiri belum begitu memahami hal tersebut. Pada bab ini juga, orang tua diingatkan tentang urgensi pendidikan keimanan, tujuan utamanya, fondasinya, apa manfaatnya, cara mengajarkannya, hingga apa saja karakter yang harus dimiliki orang tua selaku pendidik.


Setelah membaca setiap kalimat dalam bab ini, semakin menyadari tentang betapa pentingnya untuk lebih dulu mengajarkan ketauhidan pada anak kita, dibanding mengajarkan yang lain. Sebab, ketauhidan itu fondasi hidup. Ketika sudah tertanam ketauhidan dalam diri, maka kita akan lebih mudah untuk menjalankan ibadah, membaca Alquran, dan menjalankan kehidupan kita di dunia. Jadi, tidak akan sia-sia jika kita belajar tauhid dan mengajarkannya kepada anak kita.

No comments:

Powered by Blogger.