Menjadi Pemuda Islam yang Hebat

Monday, August 23, 2021


 

"Kalau kita mau lihat gimana sih keadaan Islam, gimana sih keadaan kaum muslimin hari ini atau di zaman kapanpun, lihatlah pemudanya."-Muzammil Hasballah


Dalam surat Ar-Rum ayat 54, Allah subhannahu wa ta'ala berfirman,


ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْقَدِيرُ


"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."


Dari ayat tersebut kita tahu bahwa fase manusia cuma ada tiga yaitu lemah, kuat, lemah kembali. Fase lemah yang pertama yaitu ketika manusia berada pada masa bayi hingga anak-anak. Sementara fase lemah kedua yaitu ketika manusia berada pada masa lanjut usia. Lalu di antara dua fase lemah tersebut, manusia berada pada fase kuat yaitu ketika manusia berada pada masa dewasa. Ketika usia matang, fisik dan kekuatan sedang maksimal. Dari situ kita tahu bahwa Allah mengharapkan pemuda Islam itu kuat dari segi fisik dan imannya.


Dalam Alquran, ada banyak kisah mengenai pemuda dan pemudi. Pertama, Nabi Ibrahim alaihissalam. Dalam surat Al-Anbiya ayat 60, Allah subhannahu wa ta'ala berfirman,

قَالُوا۟ سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُۥٓ إِبْرَٰهِيمُ

"Mereka berkata: 'Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim'."


Sebagaimana yang kita tahu, ketika masih muda, Nabi Ibrahim alaihissalam menghadapi masyarakat yang berbuat kesyikiran, menyembah berhala. Bahkan sang ayah adalah pemahat patung. Namun, saat itu Nabi Ibrahim alaihissalam mempunyai iman yang sempurna. Dari Nabi Ibrahim alaihissalam kita bisa belajar bahwa seorang pemuda itu bukan hanya fisik yang kuat, iman yang sempurna, tetapi juga memiliki kegelisahan dan kekhawatiran terhadap umatnya yang berbuat kesyirikan. Pemuda hebat itu bukan hanya yang memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan orang lain, terutama dalam ketauhidan. Jadi, pemuda hebat itu yang berdakwah.


Kedua, ashabul Kahfi. Ada empat kisah dalam surat Al-Kahfi, salah satunya tentang ashabul (penghuni) gua Kahfi.

نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِٱلْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَٰهُمْ هُدًى

"Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."-Q.S. Al-Kahfi ayat 13

Kisah ashabul Kahfi berawal dari pemuda-pemuda yang merasa gelisah akan kezaliman pemimpinnya saat itu, yaitu Raja Dikyanus. Bahkan, sang raja memerintahkan masyarakat yang sudah beriman kepada Allah untuk murtad dan berbuat kesyirikan. Para pemuda tersebut mencoba berjuang melawan kezaliman tersebut. Hingga ketika tidak ada pilihan, mereka pun melarikan diri ke dalam gua untuk menyelamatkan iman dan akidah. Lalu, Allah pun menidurkan mereka di dalam gua selama 300 tahun secara masehi atau 309 tahun secara hijriyah.

Ketiga, Nabi Yusuf alaihissalam. Sebagaimana yang kita tahu, Nabi Yusuf alaihissalam memiliki wajah yang rupawan. Bahkan istri Raja Aziz mencoba menggoda Nabi Yusuf alaihissalam. Ada beberapa hal yang sebenarnya bisa membuat Nabi Yusuf alaihissalam meng-acc godaan istri sang raja, yaitu tampan, yang mengajak berzina adalah perempuan, hidup sebatang kara, dan berada di ruangan yang pintunya tertutup rapat. Namun, Nabi Yusuf alaihissalam begitu menjaga kehormatannya dan berkata kepada sang istri raja,

...قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ...

"...Aku berlindung kepada Allah..."-Q.S. Yusuf ayat 23.

Keempat, pemuda yang membersamai Nabi Musa alaihissalam. Selain ashabul kahfi, dalam surat Al-Kahfi juga terdapat kisah Nabi Musa alaihissalam dan seorang pemuda yang membersamainya.


وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pemuda (muridnya): "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun". (Q.S. Al-Kahfi ayat 60)

Dalam ayat tersebut, memang tidak disebutkan secara langsung nama pemuda tersebut. Namun, ulama tafsir mengatakan bahwa pemuda tersebut bernama Yusya' bin Nun. Meski tidak disebutkan namanya dalam ayat tersebut, ternyata dia yang menggantikan Nabi Musa alaihissalam dan Nabi Khidir yang telah wafat. Dari Yusya' bin Nun, kita tahu bahwa ternyata pemuda itu tidak penting namanya disebut-disebut, tidak penting menjadi terkenal. Namun, yang terpenting pemuda itu berlomba-lomba mencari ilmu, berguru kepada ulama.

Kelima, Abdullah Ibnu Abbas. Secara nasab, Abdullah Ibnu Abbas masih termasuk sepupu Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam. Ketika Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam sudah 10 tahun berdakwah di Mekah, Abdullah Ibnu Abbas baru saja lahir. Tiga tahun kemudian Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam hijrah ke Madinah. Akhirnya, baru pada usia 9 tahun Abdullah Ibnu Abbas berguru kepada Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam. Namun, Abdullah Ibnu Abbas hanya berguru selama empat tahun karena Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam wafat saat dirinya berusia 13 tahun. Meskipun hanya empat tahun berguru kepada pamannya, tetapi Abdullah Ibnu Abbas tumbuh menjadi pemuda yang sangat cerdas. Bahkan dia menjadi pemimpinnya ahli tafsir, orang yang paham Alquran.

Selain pemuda, ada juga kisah pemudi yang diabadikan dalam Alquran. Salah satunya yaitu dua putri Nabi Syuaib alaihissalam. Suatu ketika, dua putri Nabi Syuaib alaihissalam ingin mengambil air untuk ternak mereka. Namun, mereka tidak bisa mengambil air tersebut karena ada segerombolan orang yang juga sedang memberi minum kepada ternaknya. Lalu, datanglah Nabi Musa alaihissalam dan bertanya kepada mereka. Setelah mengetahui cerita dua putri Nabi Syuaib alaihissalam tersebut, tanpa pikir panjang Nabi Musa alaihissalam langsung inisiatif membantu mereka.

Dua putri Nabi Syuaib alaihissalam ini pun pulang ke rumah. Mereka yang terkesan dengan Nabi Musa alaihissalam pun berkata kepada sang ayah. "Ayah, jadikan pemuda itu (Nabi Musa alaihissalam) bekerja di tempat kita. Karena sebaik-baik pekerja itu yang qawiyyul amin, yaitu kuat dan terpercaya." Mendengar itu, Nabi Syuaib alaihissalam tahu bahwa sang putri ingin dinikahkan dengan pemuda yang diceritakannya itu. Ketika dua putri Nabi Syuaib alaihissalam kembali menemui Nabi Musa alaihissalam untuk datang ke rumah, mereka pun jalan dengan malu-malu. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwa fitrah seorang perempuan itu malu karena bisa menjaga izzah dan iffahnya.


Banyaknya kisah pemuda dalam Alquran membuat Ibnu Katsir sampai menyimpulkan bahwa itulah penyebab mengapa kebanyakan orang yang menerima dakwahnya Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam itu pemuda. Bahkan sebagian besar 10 sahabat Nabi Muhammad shalallahualaihi wasallam yang dijamin masuk surga adalah pemuda.

"Nikmatnya maksiat akan hilang, tinggallah siksanya. Lelahnya ibadah juga akan hilang, tinggallah pahalanya."-Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

No comments:

Powered by Blogger.