Keluar dari Zona Nyaman

Terkadang, bahkan seringkali, aku terlalu tersugesti dengan pemikiran I am introvert, quiet, and shy. Terlebih saat aku berada di antara orang-orang yang tidak membuatku nyaman dan “seakan” tidak mengizinkanku untuk berbicara bebas. I feel insecure. Rasanya aku ingin beranjak, bergegas pergi, dan kembali ke kos. Kembali berada di antara buku dan laptop.  Kalau sudah begitu ke-introvert-anku semakin meningkat drastis, hingga membuatku bertanya-tanya apa yang salah dengan diriku? Dan karena ke-introvert-anku ini pula aku memilih untuk berada di antara orang-orang atau tempat-tempat yang membuatku secure dan nyaman. Hingga tanpa disadari membuatku menjauh. And being introvert really make me sad. 
Dan karena ke-introvert-anku itu juga aku memutuskan untuk keluar dari zona nyaman itu, dan mengikuti salah satu kegiatan di organisasiku, yang mengharuskanku untuk berbicara. Walaupun di forum yang kecil. Dan menjadi “kakak pandu” benar-benar memaksaku belajar untuk speak-up, talkactive, being fasilitator, being moderator. Benar-benar mendorongku untuk berusaha keras melakukan itu semua, sesuatu yang selama ini sering kuhindari. Membuatku benar-benar merasakan bahwa organisasi adalah tempat belajar, tempat mengembangkan skill. Dan sangat disayangkan jika kamu menyia-nyiakan kesempatan yang ada. 
Sejauh ini, tepatnya tadi siang adalah pertemuan kedua kegiatan ini. Agendanya sharing dengan alumni, bersama satu kelompok yang lain. Namun, sangat disayangkan karena hanya beberapa adek panduku yang ikut. Padahal alumni yang kami temui sangat menginspirasi kami dan membuatku sadar bahwa aku mengenal baik organisasi ini. 
Pertemuan kedua ini dimulai sekitar pukul 11.10 setelah cukup lama kami mencari tempat untuk sharing. Dan ini untuk pertama kalinya aku menjadi moderator. Walau hanya di forum kecil, tetapi cukup membuatku nervous karena kali ini bukan hanya berbicara di depan adek panduku tetapi juga di depan alumni. Setelah pembukaan dan penjelasan singkat tentang kegiatan ini, aku pun mempersilahkan beliau dan adek-adek pandu untuk memperkenalkan diri. Dan entah mengapa saat beliau memperkenalkan diri, aku merasa begitu familiar. Pertama, ternyata beliau berasal dari tempatku KKN, walau beda kecamatan. Kedua, ternyata beliau berasal dari jurusan yang sama dengan someone in the past. Hanya terpaut empat tahun. Beliau bercerita banyak hal, tentang kondisi organisasi kami ketika kepengurusan beliau, kondisi organisasi kami ketika tahun-tahun awal pembentukan, organisasi kami di mata petinggi universitas, tantangan yang harus dihadapi saat kepengurusan beliau, dan bedah definisi lembaga-dakwah-kampus. Mendengar cerita beliau sungguh membuatku takjub dan merasa dangkal. Sekaligus merasa malu karena belum mengenal baik organisasi kami. Setelah satu jam lebih sharing dan tanya jawab seputar organisasi kami, agenda hari ini pun berakhir. Usai sharing, kami salat berjamaah dengan alumni tersebut. Dan ternyata cerita masih berlanjut usai salat berjamaah selesai. 

P.s.: sepertinya niat awal untuk mengikuti kegiatan itu harus diubah, bukan hanya untuk mengubah diriku tapi juga untuk kebaikan orang lain. 

Yogyakarta, 24 September 2016

Share this:

0 comments:

Post a Comment