KRS, Dilema Tiap Semester

Fakultas saya, Psikologi, mungkin bisa dibilang fakultas yang unik dari segi waktu sistem pengisian KRS (Kartu Rencana Studi, red). Saat euforia KRS-an di fakultas lain baru terjadi satu atau dua minggu sebelum perkuliahan hari pertama semester baru. Di Psikologi, saat anak-anak fakultas lain “menikmati” minggu tenang UAS-nya dengan beragam kegiatan, anak-anak fakultas saya mayoritas hectic mengurus KRS. Menemui DPA (Dosen Pembimbing Akademik, red) untuk berkonsultasi dan meminta tandatangan, bolak-balik ke Akademik untuk mengadu mata kuliah yang akan diambil, mengisi evaluasi dosen di SIT (Sistem Informasi Terintegrasi, red), hingga akhirnya meng-input mata kuliah yang akan diambil. 
Sesederhana itu? Tidak! Pertama, DPA. Masing-masing DPA memiliki karakter dan kesibukan yang berbeda. Hal itulah yang terkadang menyulitkan mahasiswa untuk menemui beliau, walau sekadar untuk meminta tandatangan. Masalah lain yaitu terkadang waktu yang ditawarkan oleh DPA tidak cocok dengan sang mahasiswa, begitupun sebaliknya. 
Kedua, mata kuliah yang ditawarkan. Beberapa semester awal, kami seakan “dimanjakan” oleh mata kuliah yang telah disediakan oleh pihak fakultas. Kami tinggal meminta tandatangan dosen, meng-input-nya ke SIT, lalu menunggu pembagian kelas. Selesai! Namun, sejak semester 4 mata kuliah pilihan “mulai dihadirkan”. Masalah baru pun muncul. Kami yang tadinya tidak pernah rebutan kelas, mulai semester 4 kami baru mengalami rasanya rebutan kelas itu. Selain itu ada beberapa mata kuliah yang jadwalnya bertabrakan. Saya sendiri mengalami dampaknya. Tadinya saya mengambil mata kuliah Psikologi Kesehatan. Tadinya jadwalnya tidak yang bertabrakan, termasuk Psikologi Kesehatan. Namun, beberapa hari kemudian, saat saya mengecek SIT, jadwal Psikologi Kesehatan pun berubah, bertabrakan dengan salah satu mata kuliah wajib. Seketika saya panik dan bingung. Lalu saya memilih Psikologi Budaya yang tidak bertabrakan dengan apapun. Beberapa hari kemudian saya kembali mengecek SIT, jadwal Psikologi Kesehatan berubah seperti semula, tidak bertabrakan dengan mata kuliah apapun. Saya terpaku di layar laptop. Begitu saya akan drop Psikologi Budaya dan menggantinya dengan Psikologi Kesehatan, ternyata sudah tidak bisa. Kelas sudah penuh.  
Pengisian KRS semester 5 tidak terlalu banyak mengalami kendala. Lalu pengisian KRS semester 6 yang sekarang masih hangat-hangatnya, banyak masalah yang terjadi. Terlebih mengenai jadwal mata kuliah yang bertabrakan. Semester 6 nanti tidak ada mata kuliah wajib yang akan kami ambil. Dalam kertas petunjuk pengisian KRS kami ditawarkan minimal mengambil 18 SKS. Rinciannya 11 SKS mata kuliah pilihan, 3 SKS mata kuliah rumpun intervensi organisasi,  2 SKS mata kuliah rumpun intervensi dasar komunitas, serta 2 SKS mata kuliah rumpun intervensi individu. Akibatnya mata kuliah yang akan kami ambil beragam dan banyak yang bertabrakan. Hal ini membuat kami bingung, antara memilih mata kuliah yang terkait dengan bidang psikologi yang menjadi minat kita, atau memilih mata kuliah yang tidak bertabrakan dan bisa memenuhi SKS. 
Ketiga, input KRS. Seharusnya kalau sudah KRS offline--menemui dosen--,mengisi evaluasi dosen, meng-input KRS menjadi hal yang mudah bagi mahasiswa. Memang iya. Tapi tidak bagi saya. Sejak pengisian KRS semester 2 hingga semester 6 ini saya selalu mengalami kesulitan dalam input KRS. Masalahnya selalu sama. Selalu ada tulisan “belum membayar SPP semester....” tiap kali saya akan input KRS. Selalu seperti itu. Saya mahasiswa Bidikmisi. Dalam benak saya SPP tersebut akan otomatis dibayar oleh pihak fakultas (atau universitas?) tiap semesternya. Sehingga seharusnya tulisan seperti itu sudah tidak akan muncul lagi. (Tiap semesternya) Solusinya, saya dan beberapa mahasiswa yang mengalami hal serupa mengadu ke pihak Akademik mengenai kesulitan kami. Dan selalu seperti itu hingga detik ini. Dalam benak saya bertanya apakah saya harus selalu mengadu ke pihak ke Akademik agar bisa input KRS, apakah tulisan itu akan selalu muncul tiap kali saya akan input KRS? Sebenarnya sungguh hal itu meresahkan saya, terlebih saat posisi saya sedang di rumah, dan tidak ada seorang pun yang membantu mengurus ke pihak Akademik. 
Untungnya saya bisa input KRS, walau tadi pagi saya merasa sedikit kesal dan resah saat tidak bisa input KRS karena munculnya tulisan itu. Saya sangat berterimakasih kepada teman yang mau membantu saya mengurusnya. Jazakallah khairan katsira. 
Selamat ber-KRS-online ria. Selamat menikmati minggu tenang. Sukses dan semangat untuk UAS semester 5! :D

Share this:

0 comments:

Post a Comment