Sayur Jantung



Pagi ini terasa sepi. Ayah sedang ke luar kota, sementara Pussy-kucingku, entah ke mana. Sayup-sayup tercium aroma masakan dari arah dapur. Begitu menggugah seleraku. 

"Ibu masak apa?" 

Brek. Ibu berhenti mengaduk kuali.

"JANTUNG." Ibu menyeringai, lirikan matanya begitu tajam. Membuatku bergidik ngeri. 

"Puss...Pussy...." Nihil, tidak ada jawaban. Pikiranku melayang, mulai berpikir tidak-tidak.

"Nak, ayo makan. Masakannya udah jadi," kata Ibu dari dalam rumah.

"Iya, Bu." Setengah ketakutan aku pun menghampiri Ibu. 

Aku menatap masakan yang terhidang di meja makan. "Jadi yang Ibu maksud itu sayur jantung pisang? Astaga." Aku menepuk keningku. Ibu  mengangguk lantas tertawa lepas melihat wajahku.

Share this:

0 comments:

Post a Comment