Koffie Café


Tahun ini Koffie Café yang kubangun sejak kuliah memasuki tahun kelima. Seperti saat pertama kali dibuka, kafeku selalu ramai dan menjadi favorit. Konsep kafe yang kubuat nyaman untuk saling bercerita pun disukai pengunjung.

Namun, entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang. Sepertinya ada seseorang yang mengawasiku.

Seperti sore ini, seorang pemuda terlihat sedang menatap kafeku dari seberang jalan. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Topi dan masker itu selalu menutupi wajahnya. Hanya sorot mata tajamnya yang bisa kulihat.

Sore ini, kuberanikan diri menghampirinya. Kutengok ke kanan dan kiri. Dan sekejap, pemuda itu telah hilang dari pandanganku. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment