Pintu Kamar Mandi

Satu menit, dua menit
Tiga menit, empat menit
Lima menit, bahkan sudah tiga puluh menit aku berdiri di sini
Di depan sebuah pintu kamar mandi kosku
Menunggu giliran mandi
Lengkap sudah peralatan mandi yang kubawa
Handuk yang kukalungkan di leher
Gayung berisikan pasta gigi, sabun mandi, sabun muka, sikat gigi, serta sampo telah kugenggam erat
Tak lupa pula tangan kiriku menggenggam erat pakaian gantiku
Menit ke-31 aku mulai tak sabar
Berkali-kali kuketuk pintu itu namun nihil
Tak ada jawaban
Pun tak terdengar suara air kran, lebih-lebih suara orang sedang mandi
Hening, benar-benar hening
Menit kesekian kesabaranku mulai habis
Perlahan kudekati pintu itu
Kuraih daun pintu itu
Perlahan kuberanikan diri untuk membuka pintu berwarna biru itu
Satu, dua, tiga…kosong
Tak ada seorang pun berada di kamar mandi berpintu tertutup ini
Kuhembuskan napas
Perasaan lega dan kesal pun bercampur menjadi satu
Buru-buru kututup dan kukunci rapat-rapat pintu hingga tertutup kembali seperti sebelumnya

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: