Semacam Tulisan Untuk Ayah

Wajah itu
Terlihat jelas gurat kelelahan di wajahnya
Namun, tidak ada sepatah keluhan pun yang terlontar dari lisannya
Hanya semangat dan tekad yang kuat yang selalu dia tunjukkan
Wajah itu adalah ayahku

Ayah, maafkan anak sulungmu ini
Maafkan karena telah merepotkanmu
Maafkan jika aku terpaksa membuatmu bekerja lebih keras
Demi menuruti keinginanan anak sulungmu ini yang keras kepala
Bersikeras kuliah di perantauan, menjadi anak kos
Terkadang aku merasa bersalah tidak menuruti perkataanmu untuk tetap kuliah di Purwokerto
Maafkan anak sulungmu yang memang ngeyel ini
Aku memang keras kepala

Ayah, jika ayah membuka blogku, mungkin ayah akan cemburu pada tulisan-tulisan yang ku-publish
Tulisan-tulisan yang kutujukan untuk lelaki berbaju batik atau lelaki berbaju yang lain
Bukan tulisan tentang ayah
Anak sulungmu ini terlalu pemalu untuk mengatakan bahwa aku sedang jatuh hati
Maafkan jika aku lebih suka bercerita tentang si lelaki berbaju batik itu, bukan tentang ayah

Ayah, aku memang tidak pandai untuk bertuturkata, tidak berani untuk mengatakan semua yang kutulis di sini
Aku memang terlalu pemalu
Sebatas di sini lah aku bisa lepas mencurahkan perasaan

Maafkan anak sulungmu ini yang masih (memaksakan diri) betah di Jogja
Terpaksa belum pulang
Terpaksa harus melewatkan hampir setengah bulan berpuasa di sini

Ayah, aku merindukan ayah
Pun juga ibu dan adik.
Tunggulah, sebentar lagi aku akan pulang

Share this:

0 comments:

Post a Comment