Ruang Salat di Tempat-tempat Umum

Setiap kali pergi ke tempat-tempat umum, entah kenapa sulit sekali mencari mushola yang nyaman untuk salat. Baik ukuran musholanya, ataupun tempat wudhunya. Kalau dari segi ukuran, kebanyakan berukuran kecil, yang biasanya hanya muat untuk dua sampai empat saf. Berbeda jauh dengan ruangan lainnya yang ukurannya berkali-kali lebih luas. Sementara dari segi tempat wudhunya, kebanyakan dicampur antara yang perempuan dan laki-laki. Pun ada yang tempat wudhunya berada di luar gedung mushola sehingga begitu terbuka. Maka dari itu, aku pribadi sangat mengapresiasi tempat-tempat umum yang musholanya nyaman untuk salat. Baik dari segi ukuran maupun tempat wudhunya. Sejauh ini aku baru menemukan tiga tempat yang nyaman untuk salat. 

1. Masjid Nurul Iman di Blok M Square




Akhir bulan kemarin aku janjian dengan seorang teman di Filosofi Kopi daerah Blok M. Sebelum berangkat aku mencari dulu letak tempat itu di Google Maps. Sesampainya di Blok M dan mencari Filosofi Kopi di Google Maps, aku sempat mengangkat sebelah alisku. Bukan, bukan karena tidak kunjung menemukan Filosofi Kopi. Melainkan karena ketika aku melihat Google Maps, letakku berdiri saat itu tidak jauh dari sebuah masjid yang bernama Nurul Iman. Lalu aku memalingkan diri dari ponsel dan menatap sekitar. Mana masjidnya? Gak ada, malahan adanya mall, batinku. 

Singkat cerita tiga puluh menit setelah adzan berkumandang, akhirnya temanku datang. Lalu dia mengajakku ke masjid yang di Blok M Square. Pikirku bentuk masjidnya tidak jauh berbeda dari masjid di salah satu mall di Jogja. Ternyata aku salah sangka. Sesampainya di sana, ternyata ukuran masjidnya sangat luas, untuk ukuran tempat salat di tempat-tempat umum. Secara fisik sebenarnya ukuran masjidnya tidak besar karena dari luar gedung Blok M Square tidak begitu terlihat jelas. Bahkan mungkin orang-orang tidak akan menyadari jika lantai teratas Blok M Square ada sebuah masjid. 

Ketika pertama kali memasuki masjid itu, jamaah akan disuguhi miniatur ka'bah. Sebab kata temanku, masjid itu sering dijadikan tempat untuk manasik haji. Banyak hal yang perlu aku apresiasi dari masjid itu. Selain ukurannya yang luas, juga ruang untuk perempuan dan laki-lakinya terpisah. Bukan hanya dari ruang untuk salatnya, tetapi juga tempat wudhunya. Aku semakin tercengang ketika memasuki ruang untuk salatnya. Ternyata jauh, jauh lebih luas dari bentuk fisik masjid itu yang dari luar terlihat kecil. Ruang untuk salatnya benar-benar membuatku nyaman sekaligus takjub. Sebab jarang sekali ada tempat salat seluas itu di tempat-tempat umum. 

Selain ada masjid itu, di lantai teratas Blok M Square juga ada sisi yang kosong. Dari situ, orang-orang dapat melihat gedung-gedung pencakar langit secara lebih dekat. Tidak heran kalau sisi yang kosong itu menjadi tempat orang-orang untuk berfoto ria. Namun, ada juga yang sekadar menikmati pemandangan, bercakap dengan kerabatnya, bahkan ada juga yang sedang belajar dengan temannya. 



2. Mushola di Margo City




Ketika tahun lalu ke Margo City, aku hanya menemani seorang teman untuk salat. Namun, ketika akhir bulan lalu untuk kedua kalinya ke Margo City, aku baru menyadari kalau mushola untuk perempuan dan laki-laki itu terpisah. Walau tidak seluas masjid yang ada di Blok M Square, mushola di Margo City tetap terasa nyaman. Ruang untuk salatnya tidak terlalu kecil, pun tempat wudhunya menjorok ke dalam sehingga tidak akan terlihat dari luar.  

3. Mushola di Perpustakaan Kota Jogja

Cukup kaget ketika awal bulan Juli kemarin salat di mushola Perpustakaan Kota Jogja karena banyak perubahan yang terjadi. Sebab ketika terakhir salat di mushola itu--entah bulan apa--tempatnya tidak begitu luas dan tempat wudhunya pun masih campur antara laki-laki dan perempuan. Namun, sekarang musholanya jauh lebih luas dan tempat wudhunya pun sudah terpisah. Bahkan tempat wudhu untuk perempuan berada di satu ruang kecil yang dilengkapi dengan pintunya sehingga jauh lebih tertutup dibanding sebelumnya.

Seperti yang kutulis di awal, aku sangat mengapresiasi tempat-tempat umum yang menyediakan tempat khusus yang nyaman untuk wudhu dan salat. Terutama bagi perempuan yang auratnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, kecuali telapak tangan dan wajah. Sehingga ketika tempat wudhunya tidak bercampur dengan laki-laki dan tidak terbuka--sehingga orang-orang yang berseliweran tidak dapat melihat--akan jauh membuat seorang perempuan merasa "aman" untuk berwudhu. Dan ketiga tempat tadi merupakan contoh tempat untuk salat yang di tempat-tempat umum. Terutama dari segitu tempat wudhunya. Selain itu, tentunya tempat dan mukenanya bersih.

Share this:

0 comments:

Post a Comment