Ramadhan di Kampus UGM


Tidak terasa enam hari lagi bulan Ramadhan akan segera datang kembali. Bulan yang penuh berkah. Bulan yang bergelimang pahala. Bulan yang selalu kurindukan karena suasananya yang begitu syahdu. 
Semakin bertambahnya usia, tahun demi tahun selalu ada yang berbeda di bulan Ramadhan. Terlebih pada bulan Ramadhan 1435H ini. Tahun ini aku menjadi salah satu panitia Ramadhan di Kampus UGM. Sebuah acara yang rutin diadakan oleh Jamaah Shalahuddin tiap tahunnya. Tentu saja sebagai Gamada (Gadjah Mada Muda) 2013 sekaligus anggota JS aku tidak ingin melewatkan acara ini. Ya, walaupun harus merelakan kesempatan untuk tidak berbuka puasa dan sahur bersama keluarga di kampung halaman. Memang, sebuah pengalaman harus dibayar mahal. Bukan dengan materi, tetapi dengan pengorbanan. 
Rangkaian acara RDK 1435H dimulai dari tanggal 21 Juni 2014 dengan acara Go(w)es Ramadhan. Panitia RDK, JS, dan LDF bersepeda bersama dari Bunderan UGM-Tugu-Malioboro dan berakhir di titik 0 Km Jogja. Sesampainya di sana mereka--aku tidak ikut karena tidak bisa bersepeda--berorasi tentang Ramadhan. 
Acara Pra-Ramadhan yang lain yaitu Tabligh Akbar dan Grand Opening RDK 1435H yang diadakan tadi malam, tanggal 22 Juni 2014. Selepas salat Isya, aku dan beberapa teman yang lain bergegas menuju pelataran masjid kampus. Hanya satu kata yang mampu kuucap begitu ku melihat pelataran masjid kampus tadi malam. WOW. Subhanallah, aku sungguh merinding melihat antusias masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Satu per satu masyarakat pun datang, mengisi bangku-bangku yang masih kosong itu. Belum sampai satu jam bangku-bangku kosong itu hanya menyisakan lima hingga sepuluh bangku. 
Sekitar pukul 19.30 tim nasyid dari sebuah pesantren di Jogjakarta berhasil membuka acara tadi malam dengan begitu syahdu. Membuat bulu kuduk ini semakin merinding. Semakin terasa suasana bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan yang apik dari tim Tari Rampo FIB, lantunan ayat suci alquran yang menggetarkan hati yang dibacakan oleh salah satu mahasiswa UGM, lalu sambutan perwakilan rektorat. Sambutan yang cukup lama dan sedikit membuatku ingin memejamkan mata. 
Akhirnya, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tabligh akbar yang diisi oleh seorang ustadz kondang, sekaligus juri acara Hafidz Indonesia, yaitu Ustadz Bachtiar Natsir. Beliau membuka tabligh akbar itu dengan sebuah guyonan mengenai calon-calon presiden yang memang sedang marak diperbincangkan. Lalu dilanjutkan dengan materi yang tidak kalah menarik yaitu falsafah ilmu, peradaban Islam, urgensi saat Ramadhan, dan pentingnya menuntut ilmu.
Aku harus menelan kekecewaan karena tidak bisa mengikuti acara tabligh akbar itu hingga selesai. Namun, ada beberapa kutipan yang seakan-akan menyindirku. 
"Perbanyak shalat. Shalat sunnah wudlu sebelum tidur. Saat tidur aja dapat ilmu, bukan saat menuntu ilmu malah tidur". 
"Selama anda masih muda namun tidak ada perubahan dalam bangsa ini, maka anda sudah tua sebelum waktunya".
Ah, aku tidak menyangka sebegitu antusiasnya masyarakat untuk menghadiri acara Tabligh Akbar dan Grand Opening RDK 1435H. Ya, sedikit disayangkan karena kebanyakan peserta Tabligh Akbar dan Grand Opening RDK 1435H adalah masyarakat umum yang telah dewasa dan berkeluarga, bukan mahasiswa--para pemuda, generasi penerus bangsa. Aku sungguh bersyukur bisa terlibat di acara RDK ini. Semoga rangkaian acara RDK 1435H berjalan lancar dan masyarakat UGM dan sekitarnya semakin antusias menyambut Ramadhan, menyemarakan Ramadhan, dan mengikuti serangkaian acara RDK 1435H. 
Dan semoga bulan Ramadhan kali ini kita bisa memperbanyak ibadah, semakin mensyukuri apa yang telah Allah berikan, dan semakin bersemangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment