Ini UKM-ku

Universitas Gadjah Mada memiliki banyak sekali UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Dulu, sebelum menjadi mahasiswa UGM aku ingin sekali mengikuti berbagai macam UKM seperti Balairung, Bulaksumur, PSM (Paduan Suara Mahasiswa) UGM, dan Psikomedia. Namun setelah aku menjadi mahasiswa UGM, aku tidak menjadi bagian dari UKM yang aku inginkan dulu. Pertama, kemampuanku di bidang jurnalistik masihlah kurang, belum pantas untuk ikut Balairung/Bulaksumur. Kedua, dari kabar yang kudengar dari temanku, untuk menjadi anggota PSM harus diseleksi terlebih dulu. Aku minder. Aku tidak bisa membaca not balok. Suaraku jelek. Ketiga, ternyata Psikomedia bukanlah UKM tetapi BKM (Badan Kegiatan Mahasiswa) Psikologi. Saat pendaftaran anggota baru Psikomedia dibuka, aku sudah berniat untuk ikut. Sayangnya, saat minggu-minggu pendaftaran Psikomedia, aku harus belajar untuk menempuh ujian blok Biopsikologi. Jadi aku tidak mengerjakan essai sebagai persyaratan pendaftaran Psikomedia. Dan UKM yang aku ikuti sekarang yaitu :

1. Jamaah Shalahuddin 




Jamaah Shalahuddin merupakan UKM yang bergerak di bidang kerohanian/lembaga dakwah kampus. JS merupakan UKM pertama yang aku ikuti. Alasanku masuk JS sebenarnya karena ingin menambah pengetahuan yang lebih mendalam tentang Islam. Banyak orang termasuk orang muslim sendiri yang memandang sebelah mata tentang JS karena anggota JS yang akhwat/perempuan banyak yang mengenakan kerudung yang besar dan panjang, dan sebagian mengenakan cadar. Mungkin banyak di antara kita--termasuk aku--merasa takut, aliran sesat, berpikiran negatif jangan-jangan dia teroris saat melihat akhwat yang berpakaian seperti itu. Seharusnya kita malu tidak bisa seperti mereka, belum bisa memakai jilbai yang syar'i, masih mengenakan jeans ketat, kerudung tipis dan menerawang. Astaghfirullah. Aku pun terkadang malu karena belum bisa seperti mereka. JS memiliki acara rutin tiap hari Kamis dan Minggu. Hari Kamis jam 4 sore hingga sebelum adzan maghrib ada I-Lecture sore, hari Minggu jam setengah tujuh hingga jam 8 ada tafsir alquran, sedangkan Minggu sore jam 4 ada tafsir hadits. Saat mengikuti kegiatan tersebut, aku merasa tenang, pemahaman agamaku juga semakin bertambah, dan insyaaLlah imanku semakin bertambah. Walaupun aku belum bisa memakai jilbab syar'i, tapi aku akan terus memperbaiki diri. 
Yang membuatku semakin salut dan merasa senang berada di UKM ini yaitu mereka tidak hanya tidak mau pacaran (karena memang tidak diperbolehkan dalam Islam), tapi mereka benar-benar menjaga hubungan antara akhwat-ikhwan yang belum muhrim. Beberapa hari yang lalu salah seorang anggota JS 2013 (forga JS 2013) membuat sebuah grup whatsapp forga JS 2013, akhwat-ikhwan digabung. Baru beberapa menit setelah grup itu dibuat, banyak akhwat yang protes atas terbentuknya grup itu. Mereka beranggapan kalau grup itu beranggotakan akhwat-ikhwan, takut terjadi fitnah, takut ada setan yang lewat, takut interaksi di antara kami menjadi tidak sehat, takut interaksi yang kami lakukan menyimpang dari yang diajarkan Rasulullah, dan lain-lain. Tapi ada seorang ikhwan yang berpendapat kalau tidak apa-apa grup ini dibuat asalkan ada aturannya, hanya sebagai sarana komunikasi yang benar-benar diperlukan. Bahkan grup ini memiliki jam malam. Jam 9 ke atas tidak boleh ada yang nge-chat, kecuali kalau ingin memberi informasi yang benar-benar mendesak dan harus disampaikan saat itu juga. Subhanallah, hal yang kelihatannya sekecil itu benar-benar mereka perdebatkan selama satu jam di whatsapp. 

2. UKJGS

UKJGS atau Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta. Sebenarnya tidak ada niat ikut UKM ini, malah lebih tertarik dengan Swagayugama (Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada). Tapi karena saat Gelex (Gelanggang Expo) aku hanya menemukan stand UKJGS, jadi (terpaksa) aku membeli formulir UKJGS. Sebenarnya tidak sepenuhnya terpaksa sih, soalnya aku sudah terlanjur jatuh hati dengan karawitan. Aku benar-benar merasakan  keasikan tersendiri saat memainkan gamelan. Muncul benih-benih kerinduan terhadap almamaterku--SMA 1 Purwokerto--saat memainkan gamelan, terutama saat memainkan lancaran Gugur Gunung. Teringat masa-masa kelas 11, saat-saat menuju pagelaran karawitan, kami latihan dari pulang sekolah sampai malam hari, dan terus berulang setiap hari. Berganti-ganti tempat, mulai dari ruang kesenian sekolah, SMP 5 Purwokerto, hingga Gereja Katedral. Sedih, senang, capek, tangis, tawa, semua kami rasakan saat itu. Perdebatan yang tak kunjung usai mengenai lancaran apa yang akan dibawakan masing-masing kelompok dari kelas kami. Alhamdulillah, pagelaran karawitannya berjalan lancar, walau ada sedikit masalah. Tapi sungguh, tidak sia-sia aku ikut UKM ini, begitu banyak pengalaman dan pelajaran yang kudapatkan di sini. Salah duanya yaitu tampil di acara Ambal Warsa UKJGS dan Parade Gamelan Malam Pergantian Tahun Baru 2014.
Kelompok Oranye 




Share this:

0 comments:

Post a Comment