Jogjakarta

Selalu terngiang sebuah nama, nama kota lebih tepatnya. Dan setiap aku memikirkannya membuatku jadi merinding. Pasti bangga sekali jika aku menjadi mahasiswa di universitas favorit di sana. Butuh perjuangan dan usaha yang lebih untuk mendapatkan tiket masuk sana. Kota itu bernama Jogjakarta, dan universitas itu bernama Universitas Gadjah Mada. Alhamdulillah hari Sabtu tanggal 27 April kemarin aku memiliki kesempatan untuk mengunjungi kota impianku itu. Sebenernya niat awal ke Jogja cuma buat Try Out UGM.

Sabtu, 27 April 2013

Seusai resepsi pernikahannya saudaraku, aku bersiap-siap untuk pergi ke Jogja. Rencananya hari ini aku akan pergi ke Jogja, ditemani oleh saudaraku yang bernama Habib tentunya. Kami pergi sana dengan menggunakan bus. Sebelumnya agak takut tidak mendapatkan tiket bus. Maklum, baru pertama kali naik bus ini. Hampir di sepanjang perjalanan aku selalu menanyakan hal yang sama ke saudaraku.
Sekarang udah di mana? Sampai Jogja kapan? Jam berapa? Ntar kita turun di mana? Masih lama gak?
Setelah berjam-jam berada di bus, akhirnya sekitar jam 19.30 kami sampai di Ambar Ketawang. Lalu kami menaiki Shuttle menuju arah bandara. Tapi belum sampai di bandara, kami berhenti di depan Mc Donald daerah Jombor. Dan kami harus jalan kaki cukup lama dan cukup jauh, tapi sangat melelahkan. Ya, itung-itung olahraga di malam hari. Setelah melakukan 10.000 langkah anlene kami pun tiba di tempatnya mas Wawan (anak yang pernah ngekos di tempatnya saudaraku). Tanpa disuruh duduk, kami langsung mendaratkan pan**at kami di kursi. Ketika kami sedang duduk di depan rumahnya mas Wawan untuk melepaskan lelah, tiba-tiba dia keluar dan bilang :
Udah capek belum? Kalo belum, ntar jam 9 kita jalan-jalan sekalian liat tempat yang buat Try Out besok
Mendengar hal itu rasa lelahku langsung hilang dan cepat-cepat mengiyakan ajakan itu. Setelah semuanya siap, kita pun menuju ke Fakultas Teknik UGM.
"Nanti kalo mau ke Fakultas Teknik lewatnya sini, sini, sini ya (sambil nunjuk)"kata mas Wawan saat menerangkan jalan yang harus kita lalui untuk menuju ke Fakultas Teknik.
Lalu kami dibawa muter-muter di sekitar UGM--dan berharap bisa melihat gedung FEB (Fakultas Ekonomika dan Bisnis)--,mengitari daerah Pogung, dan terakhir memasuki jalan pintas menuju rumahnya mas Wawan. Saat sampai di gang rumah, tiba-tiba saudaraku bilang "Mas, aku jalan-jalan dulu yaa". Dalam hati aku seneng banget dan rasanya pengin jingkrak-jingkrak. Jadilah kami muter-muter kota Jogja, menikmati suasana malam hari di Jogja. Berhentilah kami di sebuah tempat bernama Malioboro Mall. Bukan, kami bukan ingin belanja tapi kami ingin membeli sebuah makanan di McD. Karena harganya yang cukup membuat perutku langsung kenyang, aku memutuskan untuk membeli sebuah es krim saja. Di saat yang lain sedang menikmati Smansa Fair, aku malah menghabiskan malam mingguku di Jogja bersama saudaraku. Duduk di dekat jendela kadang membuatku galau, rindu pada mantan. Ternyata gak cuma kami yang masih ngelayab jam segitu, rata-rata yang datang ke situ juga sepantaran kami, bahkan ada yang masih SMP. Seusai membayar kami memutuskan untuk tidak pulang dulu, nongkrong di depan pintu Malioboro Mall. Seperti biasa seusai makan saudaraku langsung mengambil rokok, menyalakan korek api dan mengarahkan ke rokok tersebut. Dan aku sibuk menikmati sisa eskrim tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.45, akhirnya kami bergegas pulang. Beristirahat dan mempersiapkan diri untuk Try Out besok.

Minggu, 28 April 2013

Hari ini adalah ulang tahunnya adikku yang ke-15 tahun. Jadi, sebelum tidur aku menyempatkan untuk mengucapkan selamat ulang tahun lewat twitter. Dan tidak lupa pula menyetel alarmku.
Pukul 4 pagi alarmku berbunyi
Alarmku berbunyi pukul 4 pagi. Aku pun terbangun, mematikan alarm dan kembali tidur. Saat aku terbangun untuk kedua kalinya, aku kaget karena udah jam 6.20, sementara Try Out akan diselenggarakan jam 7. Dalam keadaan setengah sadar aku langsung menuju kamar mandi. Wudhu, salat, mandi, lalu berdandan rapi untuk Try Out. Sebenernya agak gak kepengin sarapan karena waktunya udah mepet, tapi mas Wawan memaksaku buat sarapan, "biar bisa ngerjain soal Try Outnya" katanya. Setelah semuanya selesai kami bergegas menuju Fakultas Teknik UGM. Sesampainya di sana kami heran kenapa tempatnya sepi. Ternyata kami salah tempat, bukan di Fakultas Teknik tapi di Fakultas MIPA Selatan. Akhirnya kami muter-muter nyari Fakultas MIPA tersebut. Walaupun sedikit nyasar, tapi akhirnya ketemu juga tempatnya (itupun karena Halvin--teman kami--melambaikan tangan ke arah kami). Peserta Try Out yang lain ternyata udah di ruangan. Pukul 8 Try Out dimulai. Pertama-tama kami mengerjakan soal Tes Potensi Akademik, dilanjutkan Tes Kemampuan Dasar dan terakhir Tes Kemampuan IPS. Setelah Try Out selesai kami dipersilakan untuk melihat stand-stand fakultas yang ada di UGM. Karena aku dan Halvin tertarik dengan FEB dan Fakultas Psikologi, kami hanya mencari dua fakultas tersebut. Dan temanku, Lia, mencari stand FISIP dan Fakultas Psikologi juga. Sayang sekali yang kami temukan hanya Fakultas Psikologi. Kami pun singgah ke stand tersebut. Lumayan kaget juga ternyata mba-mba di Fakultas Psikologi sangat heboh. Mereka menawarkan berbagai macam sticker yang bertuliskan psikologi. Seperti ini :

Selain itu mereka juga menawarkan untuk mengambil sebuah Psychology Facts yang ditaruh di sebuah toples. Karena penasaran, aku pun mengambil satu  dan mendapat quote seperti ini :
When a person laughs too much on little things, that person is sad deep inside
 Ternyata quote itu bener-bener pas denganku. Tiba-tiba si Halvin mengajak aku dan Lia pergi ke mushola untuk salat Dhuhur. Setelah selesai berwudhu dan akan melaksanakan salat Dhuhur, aku melihat seekor kucing yang sedang asik menyantap seekor tikus di dalam mushola tersebut. Karena jijik aku memutuskan untuk mengambil saf paling belakang. Selesai salat, aku, Lia, dan Halvin menunggu hasil pengumuman Try Out tadi. Agak berharap mendapat hadiah tersebut, hehehe. Belum diumumkan siapa yang mendapatkan hadiah Tablet Acer, si Lia udah dijemput duluan. Tinggallah aku menunggu berdua bersama Halvin. Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Inilah saatnya diumumkan siapa juaranya. Setelah disebutkan bahwa yang juara dari jurusan IPA, pupus sudah harapan kami. Jam 2 lebih acara baru selesai, kami pun menunggu jemputan di depan gedung. Jemputan kami pun datang. Setelah itu aku dan Habib pergi jalan-jalan. Belum tau juga mau dibawa ke mana aku ini. Ternyata kami berhenti di sebuah mall yang sangat terkenal, yaitu Ambarukmo Plaza (Amplaz). Aku sangat kagum melihat kemegahan mall itu. Yeah, it's time for shopping, right? Padahal kami tidak benar-benar shopping, karena kami hanya masuk-keluar dari toko yang satu ke toko yang lain. Jauh-jauh ke Amplaz, ujung-ujungnya kami hanya membeli buku di Gramedia. Buku yang Habib beli adalah "Hujan dan Teduh". Sedangkan buku yang aku beli adalah :
Gak terasa ternyata sudah jam 4.30 begitu kami keluar dari Amplaz. Sepulangnya dari Amplaz, Habib mengajakku ke tempat favorit dia kalau sedang di Jogja. Apa itu? Ternyata Bandara Adi Sucipto. Tadinya aku pikir bandara tersebut tidak ramai pengunjung. Ternyata banyak anak muda yang nongkrong di bandara dengan tujuan yang sama dengan kami. Yaitu melihat pesawat take off secara lebih dekat. Sangat disayangkan kalau tidak mengabadikan panaroma senja di bandara tersebut. Kamera HP-ku yang tidak terlalu bagus, aku hanya bisa mengambil sekitar dua gambar. Dan hasilnya seperti ini :
Sepulangnya dari bandara kami mampir ke sebuah pom bensin untuk menunaikan salat Maghrib, dilanjutkan makan di sebuah rumah makan Padang. Jam 7.30 kami kembali ke rumah mas Wawan.

Senin, 29 April 2013

Huahhh, hari ini hari terakhir kami di Jogja. Rencananya kami akan pergi ke Malioboro untuk berburu oleh-oleh. Dan yang paling membuatku semangat adalah KAMI AKAN KE FEB. Melihat calon tempatku berkuliah nanti (AAMIIN). Jam 10 kami berangkat dari rumah menuju Gedung FEB UGM. Rasanya sangat tidak sabar untuk melihatnya. Dengan bantuan fasilitas GPS yang ada di HP ku, akhirnya kami menemukan gedung FEB. Ya, walaupun (lagi-lagi) harus nyasar dulu karena kami tidak tahu letak persis FEB itu di mana.  Aku pun memasuki jalan Sosio Humaniora tersebut. Ya, sendiri. Karena Habib takut gak dibolehin masuk sama satpamnya karena tidak punya KIK. Seperti anak ilang, clingak-clinguk kiri-kanan, mencari-cari di mana Gedung FEB tersebut. Ternyata Gedung Psikologi dan FEB sama-sama berada di jalan Sosio Humaniora. Aku berhenti di sebuah gedung tinggi bernama Pertamina Tower. Gedung di mana anak-anak FEB menimba ilmu. Rasanya merinding sekali saat melihat gedung tersebut. Bukan saja karena kemegahannya tapi aku juga membayangkan kalau aku beneran jadi mahasiswa FEB. Ingin sekali masuk ke dalam gedung tersebut, tapi agak takut juga sih kalau beneran diusir karena bukan mahasiswa situ. Tadinya sebelum berangkat, udah ada rencana buat foto diri sendiri di depan gedung, tapi kayaknya gak memungkinkan. Banyak mata yang melihatku dengan heran. Alhasil, aku hanya memotret gedung tersebut. Itu pun aku ambil secara diam-diam. Kalau tidak ada yang melihatku, aku baru memotretnya. Setelah cukup puas melihat gedung FEB, aku berjalan keluar. Sebelum menemui Habib, aku menyempatkan diri untuk memotret plang Fakultas Psikologi. Dan hasil fotonya adalah seperti ini : 



Yeah, it's time for shopping. Setelah puas melihat gedung FEB dan Psikologi, kami pergi ke Malioboro untuk berbelanja. Gak terasa ternyata udah 3 jam kami berada di Malioboro. Sudah lumayan banyak belanjaan yang kami dapatkan. Tapi ada yang lupa dibeli, yaitu bakpia untuk keluargaku dan buah-buahan untuk keluarganya mas Wawan. Akhirnya kami membeli bakpia di Bakpia 75. Saking lelahnya berada di Malioboro tadi, begitu sampai di Bakpia 75, yang pertama kali aku cari bukanlah bakpia, melainkan minuman. Ya, aku membeli Teh Botol Sosro. Waktu aku sedang sibuk melihat-lihat teh dan kopi yang berbeda dari teh dan kopi kebanyakan, tiba-tiba ada seorang pengunjung yang berbicara kepadaku :
Jauh-jauh ke sini cuma beli teh kotak
Aku langsung menengok ke arah suara tersebut. Mengernyitkan kening, pasang muka datar, dan dalem hati nggerutu "Apa banget sih nih orang, kenal enggak tapi bilang gitu ke aku. Errr". Setelah sudah membeli oleh-oleh kami pergi mencari buah-buahan dan langsung pulang ke rumah mas Wawan. Jam 4 kami sampai di rumah mas Wawan, bersiap-siap untuk pulang karena jam 5 shuttle yang akan mengantarkan kami ke Ambar Ketawang akan segera datang. Jam 6 bus kami berangkat menuju Purwokerto dan meninggalkan Jogjakarta :')))
Sedih rasanya meninggalkan kota ini. Rasanya ingin terus-terusan berada di sini dan gak mau pulang. Sekarang aku hanya bisa berdoa semoga Allah meridhoiku untuk menimba ilmu di Universitas Gadjah Mada :))
Goodbye Jogjakarta!!! Semoga aku bisa kembali lagi ke sini dengan status yang berbeda, yaitu MAHASISWA UGM. 
AAMIIN. 

Share this:

0 comments:

Post a Comment