A Step You Can't Take Back



"Are you ready for the last act?
To take a step you can't take back."

(Keira Knightley-A Step You Can't Take Back)

Akhir-akhir ini aku merasa penggalan lirik lagu itu begitu pas dengan keadaanku yang sekarang. Bulan Juli ini aku kembali mengalami fase ups and downs. Semangatku yang tadinya menggebu perlahan mulai menurun seiring dengan kenyataan yang harus kuhadapi, yang memang tidak sesuai dengan apa yang aku rencanakan. Membuat suasana hatiku menjadi naik turun. Pun kembali menyadarkanku bahwa aku masih begitu ambisius untuk mengejar sesuatu. 

Hidup memang sulit diterka. Sungguh sangat sulit diterka, bahkan seringkali penuh kejutan. Entah kejutan menyenangkan atau menyedihkan. Dan sebagai manusia, kita memang tidak pernah tahu bagaimana rencana Allah untuk kita. Menurut kita, terkadang rencana yang Allah berikan itu manis, terkadang pahit, tapi di balik itu semua pasti Dia tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Memang, terkadang itu terdengar klise, tapi menurutku memang benar begitu. 

Kalau ingat semua ekspektasi yang tidak sesuai realita, aku menjadi kesal plus sedih sendiri. Sekaligus menyesali kebodohan-kebodohan yang telah kulakukan. Terlebih ketika melihat ke belakang, banyak langkah-langkah yang tidak kulakukan yang sekarang sangat kusesali. Seperti tidak mengajukan perpanjangan Bidikmisi hingga akhirnya sekarang aku harus membayar UKT. Dan sebagai anak pertama, aku merasa gengsi untuk meminta uang lagi kepada orang tua. Hingga aku pusing sendiri, sedih sendiri, dan kesal pada diri sendiri. 

A step you can't take back. Beberapa hal yang kupelajari dari judul lagu itu. Bahwa kita tidak dapat berputar arah begitu saja, seenak kita. Kita tidak dapat mengambil langkah yang seharusnya kita dapat mengambilnya, tapi dulu malah tidak kita lakukan. Hingga pada akhirnya kita menyesalinya. "Kenapa aku gak ngalakuin itu dulu ya?" Penyesalan-penyesalan yang membuat kita semakin terpuruk, terpuruk, dan terpuruk. Penyesalan-penyesalan yang membuat kita semakin menyalahkan diri kita sendiri. A step you can't take back, satu langkah yang tidak dapat kita ambil kembali dan membuat kita menyesalinya. Penyesalan yang seringkali membuat kita menutup mata bahwa kita lebih beruntung satu langkah dibanding orang lain. Bahwa kita telah satu langkah lebih jauh dibanding orang lain. Bahwa banyak langkah-langkah yang telah kita lakukan, yang harusnya kita syukuri karena telah melakukannya.

Dan percayalah pada kalimat 'klise' lainnya, bahwa semua akan indah pada waktunya. Karena rezeki orang berbeda-beda. Kami itu kamu, dia itu dia. Mungkin waktu terindah yang Allah berikan ke temanmu itu hari ini, tapi waktu terindahmu sendiri mungkin besok. Jadi percayalah kepada-Nya, karena Dia Sang Maha Pembuat Skenario Yang Terbaik untuk hidup kita.  

Share this:

0 comments:

Post a Comment