Aku Sedih

Kadang, eh bukan kadang lagi. Sering banget ngrasa aku sendiri tiada yang menemani. Sepi, sendiri, dan aku benci. Tapi hal yang itu yang paling aku rasakan. Terutama di masa-masa terakhir SMA. Jujur, sering banget ngrasa kesepian di antara 30 manusia. Temenku siapa? Siapa? Pengen banget nyeritain sesuatu ke mereka. Tapi sepertinya kisah mereka lebih menarik, jadi aku lebih sering menjadi pendengar. Ada sih satu atau dua orang yang aku anggap sebagai sahabat (mungkin sih). Tapi terkadang mereka terlalu egois karena lebih menuntut untuk didengar tanpa mau mendengarkan. Dan lebih nggelani saat aku bersama tiga temenku sedang duduk santai, dan mereka bertiga lebih asik bercerita tanpa melibatkan diriku. Giliran aku tanya ada apa sih? kenapa? Mereka malah membalas apa sih, kepo!!! Yaudah deh, sejak saat itu aku gak banyak tanya kalo ada segerombolan orang yang sedang bergosip ria.
Dan, malam ini, saat menulis postingan ini, mataku sudah berkaca-kaca, ingin menangis. Mungkin terkesan konyol kalo aku mengatakan aku sedih melihat postingan foto di tumblrnya temenku yang memperlihatkan keceriaan mereka bersekian saat berfoto(box). Hahaha, kasian banget aku gak pernah diajak. Hahaha. Kasian. Pukpuk yaa. Ummm, emang sih hak mereka mau main sama siapa? Gak mungkin juga kan kemana-mana main sekelas. Pasti pada lebih suka main cuma sama beberapa temen. Dan bukan aku mungkin. *nangis di pojokan*
Dasar melankolis, apa-apa dimasukin ke hati, nambah beban hidup aja. Apa-apa nangis. Dasar cengeng! *ngomong ke diri sendiri* 

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. semangat, Ri! Pasti selalu ada orang yang inget sama kita kok, cuma mungkin cara nunjukinnya lain. Pasti ada orang yang selalu siap sedia tiap kali kamu butuh :))

    eh, maaf ya kalo aku sering komentar di sini hahaha

    ReplyDelete
  2. Mudah-mudahan Ma, wkk. Makasih yaa :3
    Gpp kok, blogku jadi rame :p

    ReplyDelete