Mario Maurer's Movies Trailer

Sejak nonton film A Crazy Little Thing Called Love,aku mulai ngefan dengan Mario Maurer dan berusaha mencari infonya. Berikut adalah trailer dari film2nya selain film A Crazy Little Thing Called Love :

1. Love of Siam



Mew, seorang anak yang keras kepala, adalah tetangga dari Tong. Tong adalah seorang bocah energik yang tinggal beserta orangtua dan kakak perempuannya. Setelah secara tidak sengaja meludahkan sepotong permen karet ke atas rambut Mew, Tong berinisiatif untuk berteman dengan Mew namun sayang tidak berhasil. Di sekolah, Mew tengah dipojokkan oleh beberapa siswa lainnya dan tengah dilecehkan hingga Tong melangkah untuk membelanya. Tong pun terluka dan lantas meminta maaf kepada Mew atas insiden permen karet tersebut. Mew bersyukur atas pertolongan Tong dan menganggap bahwa kini mereka berdua impas. Keduanya lantas menjadi teman baik mulai dari saat itu.
Mew memainkan piano peninggalan kakeknya bersama-sama dengan neneknya, yang lantas mulai memainkan sebuah lagu. Mew lantaran menanyai neneknya mengenai alasan mengapa beliau sangat menyukai lagu tersebut dan neneknya lantas menjawab bahwa lagu tersebut biasa dimainkan oleh kakeknya untuknya. Hal tersebut merupakan cara beliau untuk mengungkapkan rasa cintanya kepadanya sembari menjelaskan bahwa suatu hari kelak, Mew akan dapat memahami makna dari lagu tersebut.
Suatu hari keluarga Tong berangkat ke Chiangmai dan kembali tanpa saudari Tong, Tang, dikarenakan ia ingin menginap bersama teman-temannya selama beberapa hari. Tong membawakan Mew sebuah hadiah dan memutuskan untuk memberikannya kepada Mew potongan demi potongan melalui sebuah permainan Berburu Harta Karun. Satu per satu, Mew menemukan keseluruhan potongan yang ada kecuali sebuah potongan terakhir yang disembunyikan di sebuah pohon. Pohon tersebut telah ditebang sebelum mew dapat mengambil potongan yang ada di sana dan mengakibatkan hadiah yang dibelikan oleh Ting menjadi tidak lengkap. Tong merasa kecewa atas kemalangan tersebut, namun Mew tetap menghargai usaha Tong. Tang menelepon ibunya dan berkata bahwa ia berencana untuk memperpanjang liburannya di Chiangmai hingga tanggal 24 Desember. Tong memperhatikan kalender dan menyadari bahwa Tang tidak akan pernah dapat menghadiri pemutaran drama Natal yang akan diperankan olehnya.
Selepas drama Natal, Tong menerima telepon dari orangtuanya yang menyuruhnya untuk tinggal bersama Mew dan neneknya. Setelah melewati malam Natal di rumah Mew, Tong terbangun diiringi dengan tatapan dari kedua orangnyatanya beserta Mew dan neneknya. Tong diberitahu bahwa kedua orangtuanya akan berangkat ke Chiangmai selama beberapa hari untuk mencari Tang. Tong dihantui oleh perasaan depresi hingga kepulangan orangtuanya, dan mendapati bahwa Tang mungkin saja hilang. Tong merasa hancur hati dan menangis di hadapan Mew, yang berupaya untuk menghibur temannya.
Bulan pun berlalu dan keluarga Tong memutuskan untuk pundah. Pada hari perpindahan, Tong mendapati Mew tengah duduk di birai dermaga. Tong mengucapkan salam perpisahannya dan lantas berangkat dengan mobil. Tong lantas menatap kebelakan dan mendapati Mew berjalan mengikuti laju mobil sebelum akhirnya berhenti dan menangis karena kehilangan teman terbaiknya.
Enam tahun pun berlalu. Kedua bocah ini pun dipertemukan kembali pada saat menduduki tahun terakhir mereka di Sekolah Menengah Atas Siam Square. Mew yang berbakat dalam musik kini menjadi seorang pimpinan boy band yang bernama August. Tong telah memiliki seorang kekasih yang cantik, Donut. Pertemuan tersebut membangkitkan kembali kenangan lama yang telah dipendam oleh Mew semenjak masa kanak-kanak, rasa cintanya kepada Tong.
Sementara, band Mew, memiliki seorang manajer baru, June. Parasnya terlihat sama persis seperti saudari Tong yang telah lama hilang, Tang. Setelah berjumpa dengan June, Tong dan ibunya, Sunee, menyusun sebuah rencana untuk membayar June untuk berpura-pura menjadi Tang, dengan harapan hal tersebut akan menolong ayah Tong untuk keluar dari keterikatan depresi alkoholnya. "Tang" mengarang sebuah cerita berdasarkan sebuah film Thai berjudul 'Ruk Jung', dengan mengaku bahwa ia terkena amnesia, itulah sebabnya ia telah melupakan tatacara mengucapkan doa makan Katolik yang biasa dilakukan oleh keluarga mereka.
Mew juga menjadi objek dari cinta bertepuk-sebelah-tangan dari gadis tetangganya, Ying. Sayangnya, Mew memiliki perasaan yang kuat terhadap Tong, yang teah menjadi sumber inspirasinya untuk menulis sebuah lagu baru. Sang manajer, sama halnya dengan keseluruhan anggota band yang lain, merasa terkesan dengan gubahan Mew tersebut.
Kedua remaja tersebut berciuman di pekarangan rumah Tong di satu malam selepas pesta yang diadakan untuk merayakan kepulangan "Tang". Sebelumnya Tong juga pernah menghabiskan semalam bersama dengan mew, yang mana telah mengakibatkan ibunya menjadi khawatir.
Pada hari Natal, seiring Tong dan ibunya merangkai hiasan pohon Natal, mereka mengadakan pembicaraan hati ke hati mengenai pilihan yang harus diambil, dan Tong meminta kepada ibunya untuk mengijinkannya untuk menentukan pilihannya sendiri.
Tong lantas bergegas menuju ke Siam Square untuk menghadiri kencannya dengan Donut. Sementara band Mew tengah berpentas tak jauh dari sana, Tong lantas mencampakkan Donut dan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak dapat bersama dengannya. Ia lantas bergegas untuk melihat pertunjukan Mew dan dituntun oleh Ying, yang mana telah menerima kenyataan bahwa Mew mencintai tong. Setelah pentas, Tong memberikan Mew sebuah hadiah, potongan hidung dari boneka kayu yang telah diberikan oleh Tong kepadanya semasa mereka kecil. Namun, Tong berkata kepada Mew bahwa ia tidak dapat menjadi kekasih Mew namun itu tidak berarti bahwa ia tidak mencintai Mew.
Film ini berakhir dengan Mew menaruh potongan hidung yang hilang dari boneka kayu tersebut, sembari berkata "terima kasih" dan menangis dalam keheningan.

2. Friendship



Singha (Mario Maurer) menerima telepon dari Jazz, seorang teman SMA. Jazz set up sebuah reuni SMA dari kelas mereka saja. Seluruh tandan akan bertemu, mereka memiliki percakapan dan berubah menjadi Singha tahun lalu dari memori SMA. Di mana ia bertemu cinta pertama dan hanya, Mituna (Apinya Sakuljaroensuk).
Pada hari pertama dari tahun terakhir mereka di sekolah tinggi, Singha menunggu bus dan melihat seorang wanita jatuh. Ia membantu wanita itu dan naik bus untuk pergi ke sekolah. Mereka punya dua teman sekelas baru, Lam dan Mituna. Mituna mendapat akhir dari kelas pada waktu itu, tapi dibebaskan karena ia baru dari sekolah. Dia duduk di samping Jazz dan di depannya adalah Kanda siapa dia berteman dengan. Pada awalnya, Singha dan teman-nya mengejek dia karena begitu diam. Dia berteman dengan Lam yang telah membantunya bertahan hidup di bawah Kong yang mencoba membunuhnya. Lam menjadi dekat dengan kelompok Singha itu, bergaul dengan satu sama lain. Mituna membenci Singha Singha lebih ketika diolok-olok karena mereka mitra tari. Sampai, Mituna berjuang kembali di dalam bus karena mereka mengolok-olok karena dia telah membantu seorang wanita bisu.
Sejak saat itu, Singha telah menguntit Mituna karena ia ingin tahu di mana dia tinggal. Dia meminta maaf kepadanya tapi Mituna tidak ingin berbicara dengannya. Singha kelompok bersama-sama dengan Jazz dan Kanda meminta ibu Mituna untuk memiliki Mituna bersama mereka dalam proyek mereka. Mereka pergi pedalaman dan membantu mendidik anak-anak dengan memberi mereka sedekah dan lain-lain. Dalam api unggun malam itu, Singha membuka perasaannya dengan menceritakan bunga yang paling dan yang kedua yang paling favorit yang ia disebut sebagai Mituna. Dia ingin memberikan sisi terang dari Mituna.
Mituna itu teman dan kelompok yang menjadi Singha dekat satu sama lain dan membantu memperbaiki rumah Mituna itu. Kelompok ini keluar bersama-sama di resor dan klub skate. Sampai, Singha dan Mituna jatuh cinta dengan satu sama lain. Lam terbunuh oleh Kong yang membawa kesedihan ke grup. Singha memberikan Mituna kertas untuk tanda untuk buku persahabatan mereka. Dia pulang dan tahu bahwa mereka harus pindah pedalaman. Pada hari ujian akhir, Mituna berbohong Singha dengan mengatakan bahwa dia harus pergi pedalaman selama beberapa hari. Setelah mengambil ujian terakhir, ia meninggalkan catatan untuk Singha bahwa mereka akan berbicara pada hari hasil.
Sebelum hari hasil, ayah Singha itu dipindahkan dan mereka harus pindah. Pada hari hasil, Singha memutuskan untuk menunggu Mituna tapi berubah pikiran karena teman-temannya. Dia mabuk dan tertidur. Dia bangun dan mencari Mituna di sekolah dan di rumahnya. Dia berakhir di taman menunggunya bahkan jika hujan. Ia tertangkap oleh polisi tetapi diakui sebagai putra seorang sersan.
Setelah kenang-kenangan itu, teman-temannya mengatakan kepadanya saat reuni bahwa jika Mituna ingin menemuinya, ia muncul. Dia harus pergi pedalaman untuk pekerjaan dan menemukan ibunya Mituna itu. Mituna dan Singha bertemu satu sama lain lagi, tapi Mituna adalah sicked dan mereka berbicara sepanjang malam. Pagi-pagi, Mituna meninggal mendengarkan Singha. Ibunya memberinya hal itu Mituna yang dia ingin diberikan kepada Singha. Singha membaca catatan dan menemukan hari ia dipindahkan di sekolah itu, ia menemukan Singha yang merupakan orang yang paling penting dalam hidupnya. Ia menemukan bahwa itu adalah ibu Mituna itu yang dia telah membantu hari itu. Bunga marigold yang ia berikan kepada ibu Mituna itu disimpan oleh dan menjadi alasan mengapa dia mencintai marigold. Ia menemukan bahwa Mituna telah menepati janjinya untuk berbicara dengan dia di hari hasil ujian tetapi akhirnya mencari dia di rumahnya dan di taman. Dia takut mereka tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal satu sama lain. Dia mencoba untuk kembali ke sekolah tetapi ia gagal.

3. Saranae Hen Pee



Dua teman memilih bertarung dengan tokoh lokal yang berpengaruh di sebuah pub dan harus berjalan selama hidup mereka. Mereka dibantu oleh seorang penari seksi dan bersama-sama mereka bertiga melarikan diri ke kompleks candi sepi. Namun ternyata mereka hanya lolos dari penggorengan ke tanah dalam api karena sekarang dikelilingi oleh hantu.

4. Autumn Destiny

Share this:

0 comments:

Post a Comment