Akhirnya Tahu yang Sebenarnya

Jujur itu memang lebih menyenangkan, dan tentunya melegakan. Itu aku rasakan malam ini. Ya, aku udah ngomong (lewat whatsapp) ke dia tentang perasaanku selama ini. Ngutarain apa yang selama ini mengganjal di hati, yang selama ini membuatku galau dan nangis gak jelas. Ternyata selama ini terjadi kesalahpahaman di antara kita. Ternyata dia cuma ingin kita tetap menjaga hubungan baik walaupun udah putus. Dan dia gak pengen ada masalah di antara kita nanti. Dia juga ingin kita tetap bisa berteman karena dia gak ingin berpacaran lagi. Mungkin karena sering dikompor-komporin teman-temanku dan teman-temannya, aku jadi berharap banget kalo kita bakalan balikan. Nyatanya enggak. Ya, mungkin kalo dari awal dia bilang kita cuma temenan, lain lagi ceritanya. Dan gak ada yang tersakiti.
Lega banget udah bilang terus terang ke dia. Dia juga gak marah sama apa yang aku katakan. Padahal udah khawatir banget dia bakalan marah apa gimana. Tapi untungnya tidak :D
Sukses buat kita ya guh, sukses buat kuliahnya kita. Semoga kita bisa mewujudkan harapan kita untuk membahagiakan orang tua kita.
Dan fix gak jadi bikin cerpen tentang kita. 

Share this:

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. ciyee.. I just can say that our story maybe same :D

    ReplyDelete