Move On or Move Back?

Dia itu seperti obat yang secara 'paksa' harus aku minum sesuai anjuran dokter agar bisa sembuh. Karena kalau obat itu kita minum secara berlebihan maka kita bisa overdosis dan bukannya sembuh tapi malah tambah parah. Dan setelah kita sembuh, obat itu udah gak kepake lagi. Begitupun dengan dia yang bisa 'menyembuhkanku' setelah aku putus dengan T. Aku merasa kita semakin dekat dan dia sering ngasih perhatian   kepadaku. Mungkin aku terlalu cepat menganggap kalau aku suka sama dia, dan dia juga suka sama aku. Kenyataan emang lebih pahit dari mimpi dan harapan. Semakin ke sini, aku semakin sadar kalau rasa sukaku ini gak berbalas. Ternyata dia masih suka sama orang yang ada di hidupnya dulu. Dan aku gak tau artinya aku buatnya. Yang jelas aku ngrasa dimanfaatin sama dia. JLEB! SAKIT BANGET. Setiap hari aku berharap kalau dia juga punya rasa yang sama. Tapi kayaknya gak mungkin yah. Yasudahlah sekarang aku mencoba untuk gak suka sama dia dari pada akunya sakit hati terus karena ngrasa di-PHP-in. Sekarang juga kita udah gak pernah sms-an lagi. Dan kayaknya dia gak lebih baik dari si T. Dari segi apapun. 
Dan apakah kalian tahu? Akhir-akhir ini aku merasa kembali dekat dengan T. Berawal dari aku yang sms dia nanya utangku ke dia. Kita jadi sms-an dan membicarakan hal yang lain. Dari situ aku tau kalau ternyata dia masih perhatian sama aku. *tambah galau gue* . Tiba-tiba jadi kangen dia, kita selalu becanda, saling ngasih semangat. Walau terkadang dia cuek tapi sebenarnya dia perhatian. I MISS HIM. Jadi pengen balikan sama dia tapi kayaknya agak gak mungkin. Ada beberapa hal yang buatku ragu buat balikan, yaitu dia terlalu mentingin temennya dan dia juga sombong lebih tepatnya pamer. Okelah aku tau kalo dia kaya tapi tolong yah jangan pamer gitu. Kasian orang-orang kayak aku. T_T. Lagian itu juga duit dari orang tuamu, jadi gak usah dipamerin gitu juga kali. ERRR. 
Sekian penggalauan yang dapat saya sampaikan. Maaf bila ada kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian saya. Terima kasih :) 

Share this:

0 comments:

Post a Comment